Nasihat Dokter

| Monday, May 28, 2012
Alek adalah seorang akuntan. Ia pergi memeriksakan kesehatannya.
“Berapa kali anda melakukan hubungan seks dalam satu minggu?” tanya dokter.
“Setiap selasa, kamis dan sabtu, dok.” jawab Alek.
Sebaiknya hari kamis kamu tak usah melakukannya.” kata dokter.
“Tidak mungkin, dok!” kata alek, “…soalnya hanya hari itu saya tidur di rumah!”

Hemat

|
Sepasang anak muda mengunjungi seorang Seksolog.
Anak muda: Dokter, kami adalah suami istri yang baru menikah. Kami ingin tahu apakah cara kami berhubungan seks sudah benar atau belum. Maukah dokter melihatnya?
Seksolog tersebut agak kaget sebentar, namun kemudian setuju. Kedua anak muda tersebut lalu naik ke ranjang praktek dan melakukan hubungan seks. Setelah mereka selesai, Seksolog tersebut berkata,
Seksolog: Ya, cara kalian sudah benar. Biayanya Rp 50.000,-
Setelah membayar, keduanya lalu pulang. Namun keesokan harinya mereka muncul lagi kepada Seksolog tersebut. Kali ini keduanya melakukan hubungan seks dalam posisi yang berbeda.
Demikian seterusnya selama 4 hari berturut-turut mereka kembali dan selalu melakukan seks dengan gaya dan posisi yang berbeda.
Pada hari kelima, Seksolog tersebut tidak tahan lagi.
Seksolog: Saya melihat bahwa cara kalian sudah benar dan kalian sudah ahli dalam hubungan seks. Mengapa kalian selalu kembali lagi?
Anak Muda: Kamar hotel terlalu mahal, Dok. Sedangkan di sini cuma Rp 50.000,-. Di samping itu biaya ke dokter akan diganti oleh kantor saya.

Penjual Telor

|
Di sebuah pasar tradisional.
Pembeli: “Mas, telornya berapa sekilo?”
Penjual: “Telor ayam atau telor bebek?”
Pembeli: “Telor ayam.”
Penjual: “Telor ayam biasa atau ayam kampung?”
Pembeli: “Ayam biasa.”
Penjual: “Yang lokal atau yang import?”
Pembeli: “Yang lokal aja.”
Penjual: “Yang lokalnya mau yang dari Jakarta, Bogor atau Depok?”
Pembeli: “Yang Jakarta deh…” (Sambil terlihat kesal).
Penjual: “Mau yang Jakarta Pusat, Barat, Timur, Utara, atau Selatan?”
Pembeli: “Mas ini jual telor atau mau jalan-jalan?”
Penjual: “Maaf Bu, saya penjual mie ayam di sebelah. Kebetulan yang jual telor lagi ke belakang. Saya disuruh ngobrol dulu sama pembeli sampe dia dateng.”

12 CD

|
Pada suatu hari ada wartawan yang sedang mewawancarai para pengunjung sebuah toko CD (underwear), lalu ia segera mewawancarai beberapa pengunjung.
Wartawan: Anda beli berapa buah?
Pembeli 1: 3.
Wartawan: Ngaturnya gimana?
Pembeli 1: Senin & Selasa, Rabu & Kamis, Jum’at & Sabtu, Minggu kan libur tuh… , jadi nggak pake deh…
Wartawan: Ooooooo…
Wartawan: Anda beli berapa?
Pembeli 2: 5.
Wartawan: Gimana ngaturnya?
Pembeli 2: Senin – Jum’at, karena Sabtu n Minggu libur, jadi tidak usah pakai.
Wartawan: Ooooooooo… I see.
Wartawan: Kalau anda berapa yang dibeli?
Pembeli 3: 12.
Wartawan: Wow!!! Banyak sekali!!!
Pembeli 3: Oh tentu…!(bangga)
Wartawan: Ngaturnya gimana, Bang?
Pembeli 3: Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember
Wartawan: Hah???

Hari Sum’at

| Friday, May 25, 2012
Sepasang pengantin baru mengalami gangguan kesehatan. Setelah diperiksa dengan teliti, dokter menyimpulkan hal itu disebabkan frekuensi hubungan seks yang terlalu tinggi buat mereka.
“Sebaiknya untuk sementara kalian batasi dulu kegiatan seks kalian, tiga kali saja seminggu. Untuk memudahkan mengingat, saya sarankan untuk melakukan hubungan intim hanya pada hari yang berawalan dengan S, yaitu Senin, Selasa dan Sabtu,” saran dokter.
Akan tetapi pada malam ketiga puasa si suami horni berat. Ia mencumbu istrinya yang sedang tidur sampai terbangun.
“Hari apa ini Mas?” tanya si istri.
“Sum’at.”

Gombalista (1)

| Sunday, May 20, 2012
(Di kereta…)
Cowok: Mbak jangan pegangan sama besi kereta…
Cewek: Emang kenapa?
Cowok: Kayaknya besinya kotor tuh… pegangan sama aku aja…
Cowok: Maaf mbak, jangan terlalu lama duduk di kursi itu, pindah di deket saya aja…
Cewek: Loh?? Kenapa??
Cowok: Takut dikerubungin semut… soalnya mbak manis…
Cowok: Mbak, orang tuanya pengrajin bantal ya…?
Cewek: Hah…!!!? Bukan… Emang kenapa…?
Cowok: Kok kalo deket sama mbak rasanya nyaman yach…
Cowok: Mbak bajunya enggak pernah disetrika ya…?
Cewek: Enak aja… emang kenapa…?
Cowok: Biasanya kalo cewek udah cantik enggak perlu lagi nyetrika baju…
Cowok: “Kamu itu seperti sendok…”
Cewek: “Kenapa?”
Cowok: “Karena kamu ngaduk-ngaduk perasaan aku…”
Cowok: “Kamu sekali-sekali nyuci piring dooonk…”
Cewek: “Hah? Emang kenapa?”
Cowok: “Ini tangan kamu lembut banget…”
Cowok: “Kamu pasti enggak pernah maen bola ya…”
Cewek: “Iyalaaah… emang kenapa…?”
Cowok: “Soalnya kaki kamu bagus banget…”
Cowok: “Mbak punya uang koin? Boleh minta?”
Cewek: “Buat apa?”
Cowok: “Aku udah janji sama ibu kalau aku akan menelepon dia bila aku jatuh cinta.”
Cowo: Eh, eh… gw ada tebakan neh…
Cewe: *excited* …Ok ok… apa tebakannya?
Cowo: Panda apa yang paling imut manis dan lucu?
Cewe: Semua panda mah imut kali…
Cowo: Enggak… ada satu yang paling ga ngebosenin…
Cewe: Nyerah deh…
Cowo: Panda-ngin kamu sepanjang hari…
Cewe: Ah… abang ah… (malumalubego)
Cowo::D:D:D:D (cangengesan kaya kuda nyengir)
Jack: Dewi kok kamu masih marah sih ama aku? Katanya kamu selalu memberikan seribu maaf untukku?
Dewi: Sapa suruh mau percaya? kamu bodoh yah…
Jack: Emang aku ini bodoh… tapi aku bukan orang bodoh yang menyukai dirimu…
Dewi: …..
Cowo: Kemarin aku liat ada 1000 bintang di langit (ngomong sama cewe)
Cewe: Ah yang bener??
Cowo: Iya bener, tapi sekarang tinggal 998 bintang…
Cewe: Lho… kok bisa ilang dua?
Cowo: Iya 2 bintang yang ilang itu ternyata ada di dalam mata kamu (sambil liat matanya dalam-dalam)
Cowo: Bapak kamu maling ya?
Cewe: Ih… kok jahat sie bapakku dibilang maling. Kok gitu?
Cowo: Iya soalnya kamu pintar banget mencuri hatiku…
Cowo: Bapak kamu nahkoda ya?
Cewe: Enggak kok…
Cowo: Tapi koq aku ingin sekali berlabuh di pelabuhan hatimu…
Lo tatap dia dengan penuh perasaan, trus ketika dia nanya… “Lo kenapa sih?”, Lo tanya ke dia…
Lo: Sakit ga sih?
Cewe: Sakit kenapa?
Lo: Bidadari kaya lo, jatuh dari langit… Sakit ga sih?
Cowo: “Hey Laura!! (Big Hug), I haven’t seen you FOREVER!!!! (Huge KISS) Wow, you’ve really have changed!!!
Cewe: “Wait, I’m not Laura…”
Cowo: “What? Oh my god, You even changed your name!!!
Cowo: Say, 1 + 1 berapa??
Cewe: 2 say
Cowo: Salah mustinya itu 1
Cewe: Koq bisa?
Cowo: Karena nanti cintaku dan cintamu akan melebur menjadi 1
Cewe: Ah say bisa aje de ;)
Cowo: Gw lage bingung neh
Cewe: Bingung napa??
Cowo: Iya bingung,aja… kok lo bisa ada di sini ya sekarang…??
Cewe: Loh maksudnya??? (tambah bingung juga)
Cowo: Iya, soalnya gw pikir bidadari tuh adanya di kahyangan
Cewe: (tersipu malu)
Cewe: Bang, kalo aye jadi bunga, abang jadi apa?
Cowo: Abang pengen jadi matahari neng…
Cewe: Kok ga jadi kumbang sih bang??
Cowo: Kan bunga ga bisa hidup tanpa matahari neng…
Cewe: Mmm, kalo aye jadi bulan, abang jadi apa?
Cowo: Abang tetep pengen jadi matahari neng…
Cewe: Kan matahari ma bulan ga isa ketemu bang??
Cowo: Kan bulan bisa bersinar karena sinar matahari neng…
Cowo: Kamu tahu apa definisi dari indah??
Cewe: Mmm… yang jelas indah itu cantik…
Cowo: Well bener sih, tapi menurut gw… indah itu adalah saat di mana kita ngga merasakan sedikit pun keburukan di dalamnya… kamu pernah ngerasain yang begitu???
Cewe: Mungkin kalee ya…
Cowo: Kalo aku sering banget… dan itu adalah saat… diriku bersama dengan dirimu
Cewe: (Malu…)
Cowo: Hai, kenalan dong, nama saya Dave, kamu?
Cewe: Saya Novi…
Cowo: Singkatan dari apa tuh?
Cewe: Novita Dewi.
Cowo: Ah, nama kamu jelek!
Cewe: Kok gitu sich? Kasar banget!
Cowo: Iya… harusnya nama kamu Mala… singkatan dari Malaikat… habis kamu cantik banget…
Cewe: (tersipu-sipu malu sampai pipi berwarna kemerahan)

Yaahh… Habis…

|
Suatu hari ada seorang kakek yang ingin mencari koran terbitan hari ini, dicari di ruang tamu tidak ada, di ruang makan tidak ada, sampai akhirnya dia masuk ke salah satu kamar cucu lelakinya yang masih SMP untuk mencari koran tersebut. Nah, dengan tidak terduga dia menemukan majalah porno di kamar cucu lelakinya tersebut.
Kemudian si kakek membuka lembaran pertama:
Kakek: Ya Tuhan apa ini!!!
Si kakek terus melihat gambar yang ada di majalah tersebut:
Kakek: Ya Tuhan… (si kakek berdoa terus-menerus )
Sampai halaman terakhir si kakek berujar:
Kakek: Yaaahh… Habis…

Penyakit Pikun

|
Satu pagi seorang kakek pergi ke sebuah pusat perbelanjaan bersama istrinya. Namun saat berbelanja, ia ia terpisah dari istrinya. Ia pun berusaha untuk mencarinya namun gagal. Sebab ia terserang “penyakit pikun” yang cukup parah. Untungnya ia banyak akal. Ia pun mendatangi seorang SPG cantik.
Kakek: Dik bisa bantu saya dik?
SPG: Kenapa kek?
Kakek: Saya kehilangan istri saya… bisakah adik membantu saya?
SPG: Kenapa kakek nggak minta bantuan bagian informasi aja kek?
Kakek: Percuma dik, saya lupa dengan wajah dan juga baju yang dikenakan istri saya.
SPG: Lalu… saya bisa bantu apa kek?
Kakek: Adik cukup duduk dekat-dekat saya… nanti kalau ada nenek-nenek yang mendekat dan bawa pentungan… bisa dipastikan itu istri saya…

Baju Kusut

| Tuesday, May 8, 2012
Malam pertama… Nenek pake BAJU TIPIS, Kakek cuek aja…
Malem kedua… Nenek pake BIKINI, Kakek diam seribu bahasa…
Malem ketiga… Nenek TELANJANG BULAT, Kakek komentar, “Baju kusut kok dipake…”
#kemudian hening, hening sekali…

Profesor Ginekologi

| Saturday, May 5, 2012
Di sebuah Simposium seorang Profesor Ginekologi mengejutkan para peserta dengan pernyataannya, “Saya pernah menemukan pasien yang memiliki vagina seperti buah melon.”
Teman sejawatnya langsung mengangkat tangan dan mengajukan keberatan, “Bahwa dalam kasus-kasus tertentu kita dapat menjumpai vagina dengan bentuk dan ukuran yang berbeda, tentulah dapat sama-sama kita terima. Namun menurut saya terlalu mengada-ngada bila Anda mengatakan pernah menemukan vagina dengan bentuk sebesar buah melon.”
“Lho, siapa yang berbicara tentang bentuk atau ukuran?” jawab Profesor tadi, “Saya berbicara tentang rasa!”
Tidak ada cerita lucu yang berhubungan.

Yang Mana Bosnya

| Thursday, May 3, 2012
Di sebuah Sekolah Dasar sedang diterapkan sebuah mata pelajaran baru, yaitu PMWR alias Pelajaran Mengenal Wakil Rakyat. Kemudian si Guru memulainya dengan memberikan beberapa pertanyaan pada murid-muridnya.”
Guru: “Bupati dan Wakil Bupati, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?”
Murid: “Bupati, Bu!!!”
Guru: “Gubernur dan Wakil Gubernur, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?”
Murid: “Gubernur, Bu!!”
Guru: “Presiden dan Wakil Presien, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?”
Murid: “Presiden, Bu!!”
Guru: “Rakyat dan Wakil Rakyat, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?”
Murid: “Seharusnya sih Rakyat, Bu!!”
Guru: “Kok, pakai seharusnya?”
Murid: “Karena sekarang malah terbalik Bu guru.”
Guru: “Bagus, terus tanda supaya kita kenal sama Wakil Rakyat kita bagaimana?”
Murid: “Yang pasti mereka suka warna abu-abu.”
Guru: “Betul, terus apalagi?”
Murid: “Suka konspirasi politik”
Guru: “Demi apa?”
Murid: “Kepentingan, Bu!!”
Guru: “Tepat sekali, sering muncul dimana mereka?”
Murid: “Di televisi, Bu!”
Guru: “Karena apa?”
Murid: “Karena skandal dan kasus, Bu!!”
Guru: “Aduh, anak murid Ibu pinter-pinter, terus ciri Wakil Rakyat apalagi?”
Murid: “Pasti sering mendadak tajir, Bu!!”
Guru: “Darimana, kok bisa gitu?”
Murid: “Diam-diam kan nyolong, Bu. Kalau nggak ya dapat hibah gono-gini gak jelas.”
Guru: “Dari siapa?”
Murid: “Dari yang pengin diuntungkan.”
Guru: “Terus kan Wakil Rakyat sering mengadakan sidang, berapa tahun sekali?”
Murid: “Setiap hari, Bu!!”
Guru: “Kok bisa, alasannya?”
Murid: “Kan biar dapat tunjangan dan komisi rapat.”
Guru: “Biasanya yang dibahas apa?”
Murid: “Nggak ada Bu, masuk telinga kiri keluar telinga kanan.”
Guru: “Jadi Rakyat dengan Wakil Rakyat, yang mana bosnya?”
Murid: “Ya, semestinya Rakyat dong, Bu!!”
Guru: “Kenapa semestinya?”
Murid: “Karena aneh, Bu!”
Guru: “Aneh kenapa?”
Murid: “Masak bos kekurangan beras di rumahnya, Bu! Sedangkan Wakilnya malah asik impor beras. Nimbun juga bisa kali, Bu.”
Guru: “Bagus-bagus, ternyata sebelum diajari kalian sudah banyak tahu tentang Wakil Rakyat ya.”
Murid: “Iya dong Bu, kan sudah jadi bukan rahasia lagi. Rakyat sudah banyak yang tahu, Bu.”
Guru: “Sudah banyak yang tahu mengapa asik ongkang-ongkang kaki di Parlemen?”